Membedakan Anggapan Umum dan Kenyataan Medis
Di tengah banyaknya informasi yang kita terima sehari-hari, sering kali muncul anggapan mengenai kesehatan lansia yang belum tentu benar secara medis. Bagian ini hadir untuk membantu Anda memahami fakta di balik kebiasaan atau nasihat yang sering kita dengar, agar Anda bisa mengambil keputusan kesehatan dengan lebih tenang.
“Nyeri sendi adalah bagian normal dari penuaan yang tidak bisa dihindari.”
Kenyataannya meskipun perubahan pada sendi terjadi seiring usia, nyeri yang hebat bukanlah sesuatu yang harus “diterima” begitu saja. Dengan nutrisi anti-radang yang tepat (seperti jahe dan ikan) serta latihan mobilitas ringan, fungsi sendi dapat dipertahankan dan rasa nyeri dapat di minimalisir secara signifikan.
“Lansia tidak boleh lagi melakukan olahraga beban.”
Kenyataannya sebaliknya, latihan beban ringan (seperti menggunakan botol air mineral sebagai beban) sangat dianjurkan untuk mencegah pengeroposan tulang (osteoporosis) dan menjaga massa otot. Kuncinya bukan pada beratnya beban, melainkan pada konsistensi dan teknik yang benar.
“Susu adalah satu-satunya sumber kalsium yang baik.”
Kenyataannya banyak orang tua yang mengalami intoleransi laktosa (perut kembung setelah minum susu). Faktanya, kalsium juga bisa didapatkan dari sumber lain yang tak kalah hebat seperti teri jengki, tempe, tahu, kacang-kacangan, dan sayuran hijau seperti brokoli
“Wajar jika daya ingat menurun drastis saat menua.”
Kenyataannya ada perbedaan antara “lupa menaruh kunci” dengan penurunan fungsi otak yang serius. Penurunan daya ingat yang drastis bisa dicegah dengan stimulasi mental yang aktif, sosialisasi, dan asupan nutrisi untuk saraf seperti Vitamin B12 dan Omega-3.
Lorem ipsum dolor sit amet, at mei dolore tritani repudiandae. In his nemore temporibus consequuntur, vim ad prima vivendum consetetur. Viderer feugiat at pro, mea aperiam